Sabtu, 11 Mei 2013

KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGERS


·         PERKEMBANGAN DIRI
Dalam masa kecil, anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua yang lain-lainya. Segi ini adalah diri dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata “aku” dan “kepunyaanku”. Anak itu mengembangkan kemmpuan untuk membedakan antara apa yang menjadi milik atau bagian dari dirinya dan semua benda lain yang di lihat, didengar, diraba dan di ciumnya ketika dia mulai membentuk suatu lukisan dan gambaran tentang siapa dia. Dengan kata lain, anak itu mengembangkan suatu “pengertian-diri” ( self-concept ).
Sebagai bagian dari self-concept, anak itu juga menggambarkan dia akan menjadi siapa atau mungkin ingin menjadi siapa. Gambaran-gambaran itu dibentuk sebagai suatu akibat dari bertambah kompleksnya interkasi-interkasi dengan orang lain. Dalam individu yang sehat dan yang mengaktualisasikan diri muncullah suatu pola yang berkaitan.
Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu dalam masa kecil. Pada waktu itu mulai berkembang, anak itu juga belajar membutuhkan cinta. Rogers menyebutkan kebutuhan ini”penghargaan positif” (positif regard) .
·         POSITIF REGARD
Positif regard, suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes, dimiliki semua manusia; setiap anak terdorong untuk mencari positif regard.  Dalam hal ini , anak mengharapkan bimbingan tingkah laku dari orang-orang lain, bukan dari dirinya sendiri. Karena dia telah merasa kecewa, maka kebutuhan akan positif regard yang sekarang bertambah kuat, makin lama makin mengerahkan energi dan pikiran. Anak itu harus bekerja keras unuk positif regard dengan mengorbankan aktualisasi-diri .
Anak dlam situasi ini mengembangkan apa yang disebut rogers”penghargaan positif bersyarat” (conditional positif regard). Kasih sayang dan cinta yang diterima anak adalah syarat terhadap tingkah laku nya yang baik. Karena anak mengembangkan conditional positif regard maka dia menginternalisasikan sikap-sikap ibu. Jika itu terjadi, maka sikap ibu di ambil alih oleh anak itu dan diterapkan kepada dirinya. Misal nya , apabila ibu menyatakan celaan setiap saat karena anak menjatuhkan suatu benda dari tempat tidurnya, maka anak itu akhirnya mencela dirinya sendiri sewaktu-waktu dia bertingkah laku demikian.  Standar- standar penilaian dari luar menjadi miliknya sendiri dan anak itu “menghukum” dirinya seperti telah dilakukan oleh ibunya sebelumnya. Anak itu “mencintai” dirinya hanya bila dia bertingkah laku menurut cara-cara yang diketahuinya disetujui ibu. Dengan demikian diri menjadi “wakil ibu”.
·         UNCONDITIONAL POSITIF REGARD
Syarat utama bagi timbulnya kepribadian sehat adalah penerimaan “pengahragaan positif tanpa syarat” (unconditional positif regard) pada masa kecil. Hal ini berkembang apabila ibu memebrikan cinta dan kasih sayang tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku.
·         Orang Yang Berfungsi Sepenuhnya
Rogers mengemukakan tentang kepribadian yang sehat, yakni kepribadian yang sehat itu bukan merupakan suatu Keadaan dari ada, melainkan suatu proses,”suatu arah bukan suatu tujuan”. Hal yang kedua tentang aktualisasi diri ialah aktualisasi-diri itu merupakan suatu ujian, rentangan dan pecutan terus-menerus terhadap semua kemampuan seseorang . “aktualisasi-diri merupakan keberanian untuk ada”.
Hal yang ketiga tentang mereka yang benar-benar adalah diri mereka sendiri, mereka yang tidak bersembunyi di belakang topeng-topeng atau kedok-kedok, yang bepura-pura menjadi sesuatu yang bukan mereka atau menyembunyikan sebagian diri mereka.
Rogers memebrikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya :
1.    Keterbukaan pada Pengalaman
Seseorang yang tidak terhambat oleh syarat-syarat penghargaan, bebas untuk mengalami semua perasaan dan sikap. Jadi, keterbukaan pada pengalaman adalah lawan dari sikap defensif. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan dari luar di sampaikan ke sistem syaraf organisme tanpa distorsi atau rintangan . orang yang demikian mengetahui segala sesuatu tentang kodratnya; tidak ada segi kepribadian tertutup. Yaitu kepribadian adalah fleksibel dapat membuka kesempatan-kesempatan persepsi dan ungkapan baru. Orang yang defensif ; bersembunyi dibelakang peranan-peranan, tidak dapat menerima atau bahkan mengetahui pengalamn-pengalaman tertentu .
2.    Kehidupan Eksistensial
Orang yang sehat terbuka kepada penglaman, maka diri tau kepribadian terus-menerus dipengaruhi atau di segarkan oleh setiap pengalaman. Rogers percaya bahwa kualitas dari kehidupan eksistensial ini merupakan segi yang sangat esensial dari kepribadian yang sehat .
3.    Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Prinsip ini mungkin paling baik dipahami dengan menunjuk kepada pengalamn Rogers sendiri. Dia menulis, “ Apabila suatu aktivitas terasa seakan-akan berharga atau perlu dilakukan , maka aktivitas itu perlu dilakukan. Dengan kata lain , saya telah belajar bahwa seluruh perasaan organismik saya terhadap suatu situasi lebih dpat dipercaya daripada pikiran saya “.
Karena orang yang sehat terbuka sepenuhnya pada pengalaman, maka dia memiliki jalan masuk untuk seluruh informasi yang ada dalam suatu situasi membuat keputusan.
4.    Perasaan Bebas
Rogers percaya bahwa semkain seseorang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Karena merasa bebas dan berkuasa ini maka orang yang sehat melihatsangat banyak pilihan dalam kehiduoan dan mrasa mampu melakukan apa saja yang mungkin ingin dilakukannya .
5.    Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Sebagaimana dikemukakan Rogers yang akan mengungkapkan diri mereka dalam produk –produk yang kreatif dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang kehidupan mereka. Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenunya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi-kondisi lingkungan. Mereka memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menanggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah. Jadi, Rogers melihat orang-orang yang berfungsi sepenuhnya merupakan “ barisan depan yang layak” dalam proses evolusi manusia .

Sumber : Schultz, duane.( 1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta : Kanisius .